Suarkabar
Rabu, 7 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Sumbar
    • Agam
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Kab. Solok
    • Lima Puluh Kota
    • Mentawai
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Pasaman Barat
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Teknologi
  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Sumbar
    • Agam
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Kab. Solok
    • Lima Puluh Kota
    • Mentawai
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Pasaman Barat
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Teknologi
Suarkabar
No Result
View All Result
Home Ekonomi

BOJ Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Rupiah? Ini yang Perlu Dipantau Investor

BOJ menaikkan bunga ke 1,25%. Simak hubungan suku bunga Jepang, dolar AS, yen, BI-Rate, dan nilai tukar rupiah.

Detektips Cuan Detektips Cuan
18 September 2026, 13:24 WIB
A A
BOJ Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Rupiah?

BOJ Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Rupiah?

ShareShareShareShareShare

SUARKABAR – Rupiah Bisa Terpengaruh dari Dua Arah. Kenaikan suku bunga BOJ menjadi 1,25% membuat perhatian pasar kembali tertuju pada mata uang Asia, termasuk rupiah.

Secara teori, kenaikan bunga Jepang dapat membuat aset berdenominasi yen menjadi lebih menarik. Namun, reaksi mata uang tidak selalu mengikuti teori tersebut secara langsung.

Buktinya, yen justru melemah setelah keputusan BOJ karena pasar menilai sinyal kenaikan berikutnya belum cukup tegas.

Mengapa Yen Penting bagi Rupiah?

Investor global tidak hanya membandingkan Indonesia dengan Jepang.

Mereka membandingkan:

imbal hasil + risiko + prospek nilai tukar.

Jika yield Jepang naik, investor Jepang memiliki insentif lebih besar untuk menempatkan dana di dalam negeri.

Tetapi jika dolar AS tetap kuat dan yield Treasury AS tinggi, aset dolar masih dapat menjadi pilihan utama.

Karena itu, arah rupiah sangat bergantung pada kombinasi kebijakan BOJ, The Fed, BI dan kondisi geopolitik.

Posisi Rupiah Saat Ini

JISDOR berada di Rp17.753 per dolar AS pada 17 September 2026.

Reuters juga mencatat rupiah telah mengalami tekanan sepanjang tahun, sementara sentimen terhadap mata uang Indonesia mulai membaik setelah sejumlah risiko domestik mereda.

Artinya, BOJ bukan satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan rupiah.

BI Punya Peran Besar

BI mempertahankan BI-Rate 5,75% pada RDG Agustus.

Bank sentral menyebut stabilitas nilai tukar rupiah sebagai salah satu pertimbangan penting kebijakan moneternya. BI juga menggunakan instrumen pasar valas untuk membantu stabilisasi rupiah.

RDG BI berikutnya dijadwalkan pada 22–23 September 2026.

Karena itu, pasar akan mencermati apakah perkembangan global membuat BI mengubah nada kebijakan.

Apa Dampaknya bagi Saham?

Rupiah yang melemah tidak selalu buruk bagi semua emiten.

Perusahaan dengan pendapatan dolar dan biaya yang sebagian besar dalam rupiah dapat memperoleh manfaat translasi atau peningkatan pendapatan ketika dikonversi ke rupiah.

Sebaliknya, perusahaan yang banyak mengimpor bahan baku atau memiliki kewajiban dolar dapat menghadapi tekanan biaya.

Maksimalkan Insight Trading Bersama RHB Sekuritas

Bagi investor yang ingin mendapatkan akses terhadap riset dan data pasar, RHB Sekuritas Indonesia menyediakan platform serta materi riset untuk membantu investor mengikuti perkembangan pasar.

RHB Sekuritas Indonesia merupakan perusahaan efek yang memiliki layanan perdagangan dan riset pasar. Informasi resmi mengenai layanan dan pembukaan rekening tersedia melalui platform RHB TradeSmart.

🚀 MAKSIMALKAN PROFIT TRADINGMU BARENG RHB SEKURITAS

Dapatkan riset mendalam dan data real-time lewat platform RHB Sekuritas.

⚠️ Wajib masukkan kode sales: DW9 saat registrasi biar kamu terus dapat update peta makro dan insight tajam dari tim kami.

👉 Join Grup: Klik disini untuk join

Yuk, kumpul dan diskusi bareng di grup eksklusif kami sekarang.

RHB TradeSmart

Kesimpulan

Investor tidak cukup hanya melihat berita “BOJ menaikkan bunga”.

Tiga pasangan data lebih penting:

USD/JPY → USD/IDR → yield obligasi.

Jika ketiganya bergerak dalam arah yang meningkatkan tekanan terhadap aset emerging market, risiko terhadap rupiah dan IHSG dapat meningkat.

Sebaliknya, jika yen stabil, dolar melemah dan aliran dana asing tetap masuk, dampak BOJ terhadap Indonesia dapat lebih terbatas.

Sumber utama: Bank Indonesia, Bank of Japan, Bursa Efek Indonesia dan Reuters.

Tags: BI RateBOJdolar ASrupiahUSD/IDRyen

Berita Terkait

IHSG 18 September 2026 Melemah 0,33%, Asing Net Sell Rp1,78 Triliun: BMRI dan BBCA Jadi Beban
Ekonomi

IHSG 18 September 2026 Melemah 0,33%, Asing Net Sell Rp1,78 Triliun: BMRI dan BBCA Jadi Beban

18 September 2026, 21:48 WIB
ASING NET SELL Rp1,1 T
Ekonomi

Asing Net Sell Rp1,1 Triliun di Sesi I, BBCA-BMRI-TLKM Jadi Sasaran Jual

18 September 2026, 14:11 WIB
BOJ NAIKKAN SUKU BUNGA KE 1,25%
Ekonomi

BOJ Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Apa Dampaknya ke IHSG dan Saham Indonesia?

18 September 2026, 13:20 WIB
IHSG Sesi I 18 September 2026 Turun 0,35%, Sektor Poultry Jadi Perhatian
Ekonomi

IHSG Sesi I 18 September 2026 Turun 0,35%, Sektor Poultry Jadi Perhatian

18 September 2026, 13:09 WIB
Sorotan Data: Arus Dana Asing Saat Pasar Bergejolak (Update 11 September 2026)
Ekonomi

Sorotan Data: Arus Dana Asing Saat Pasar Bergejolak (Update 11 September 2026)

13 September 2026, 17:12 WIB
Sorotan Kinerja: Saham dengan Momentum Terkuat di Tiap Sektor (Update 11 September 2026)
Ekonomi

Sorotan Kinerja: Saham dengan Momentum Terkuat di Tiap Sektor (Update 11 September 2026)

13 September 2026, 17:07 WIB

Populer

  • Kenapa Saham Bank Selalu "Menentukan" Arah IHSG?

    Kenapa Saham Bank Selalu “Menentukan” Arah IHSG? Kenalan dengan Konsep Bobot Indeks

    Share
    Share Tweet
  • IHSG 18 September 2026 Melemah 0,33%, Asing Net Sell Rp1,78 Triliun: BMRI dan BBCA Jadi Beban

    Share
    Share Tweet
  • Sorotan Data: Arus Dana Asing Saat Pasar Bergejolak (Update 11 September 2026)

    Share
    Share Tweet
  • Bedah Saham: TPIA (Chandra Asri Pacific) — Saham yang Terus Tertekan, Tapi Kenapa Analis Masih Optimis?

    Share
    Share Tweet
  • 5 Kebiasaan Dasar yang Wajib Dimiliki Investor Pemula di Pasar Saham

    Share
    Share Tweet
  • Asing Masuk, Asing Keluar: Kenapa Arus Dana Asing Penting Buat Investor Pemula?

    Share
    Share Tweet
  • Bedah Saham: AMMN (Amman Mineral Internasional) — Antara Momentum Kuat dan Pertanyaan Valuasi

    Share
    Share Tweet
  • IHSG Rebound Tajam Usai Guncangan Jackson Hole — Ini yang Perlu Diketahui Investor Pemula

    Share
    Share Tweet
  • Saham Nike Sudah Anjlok, Tapi UBS Masih Waspada: Ini 5 Masalah yang Membebani NKE

    Share
    Share Tweet
  • Bedah Saham BMRI 18 September 2026: Asing Berbalik Jual, Fundamental Bank Mandiri Masih Solid

    Share
    Share Tweet
Suarkabar.com

© 2026 Suarkabar.com

Laman

  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Sumbar
    • Agam
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Kab. Solok
    • Lima Puluh Kota
    • Mentawai
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Pasaman Barat
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Teknologi

© 2026 Suarkabar.com