SUARKABAR – BOJ Naikkan Bunga, Pasar Indonesia Ikut Terpengaruh. Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin dari 1% menjadi 1,25% pada Jumat, 18 September 2026.
Keputusan tersebut diambil dengan suara 7-2. Kenaikan ini membawa suku bunga Jepang ke level tertinggi sejak pertengahan 1990-an. Namun, reaksi pasar tidak langsung menunjukkan tekanan besar karena keputusan tersebut sebelumnya sudah banyak diperkirakan pelaku pasar.
Yang lebih diperhatikan investor justru adalah arah kebijakan berikutnya.
Reuters melaporkan yen malah melemah sekitar 0,5% menjadi sekitar 156,75 per dolar AS setelah keputusan. Pasar menilai nada komunikasi BOJ belum cukup tegas untuk memastikan kenaikan berikutnya dalam waktu dekat.
Apa Hubungannya dengan IHSG?
Dampak BOJ terhadap IHSG tidak berlangsung secara langsung.
Rantai transmisinya kira-kira:
BOJ naikkan bunga → imbal hasil aset Jepang meningkat → investor mengevaluasi investasi global → arus modal berubah → nilai tukar bergerak → yield obligasi dan valuasi saham ikut terpengaruh.
Jepang selama bertahun-tahun menjadi salah satu sumber penting dana murah global. Ketika bunga Jepang meningkat, sebagian investor dapat kembali mempertimbangkan aset berdenominasi yen.
Namun, hal itu tidak berarti dana asing otomatis keluar dari Indonesia.
Pada perdagangan Jumat pagi, IHSG justru dibuka menguat 0,66% ke 6.505,31. Sektor energi naik 1,72%, teknologi 0,98%, dan barang baku 0,67%.
Data tersebut menunjukkan bahwa reaksi pasar saham Indonesia tidak hanya ditentukan oleh BOJ.
Rupiah Menjadi Variabel Penting
Rupiah menjadi salah satu jalur utama dampak kebijakan Jepang.
JISDOR Bank Indonesia berada di Rp17.753 per dolar AS pada 17 September 2026.
Jika dolar AS tetap kuat dan yield global tinggi, tekanan terhadap rupiah dapat meningkat. Sebaliknya, jika yen menguat dan dolar AS melemah, tekanan tersebut dapat berkurang.
BI sendiri masih mempertahankan BI-Rate pada 5,75% dan menyatakan kebijakan moneter diarahkan antara lain untuk menjaga stabilitas rupiah serta menarik aliran modal asing.
Saham Apa yang Perlu Diperhatikan?
Investor dapat membagi saham berdasarkan sensitivitasnya.
Berpotensi mendapat dukungan:
- perusahaan eksportir;
- komoditas;
- energi;
- pertambangan;
- perusahaan dengan pendapatan dolar AS.
Lebih sensitif terhadap kenaikan yield global:
- properti;
- konstruksi;
- perusahaan dengan utang besar;
- saham dengan valuasi tinggi;
- emiten yang sangat bergantung pada pembiayaan eksternal.
Sektor perbankan berada di tengah. Bank dapat memperoleh manfaat dari aktivitas ekonomi dan likuiditas domestik, tetapi valuasi saham bank juga sensitif terhadap perubahan yield dan arus dana asing.
Maksimalkan Insight Trading Bersama RHB Sekuritas
Bagi investor yang ingin mendapatkan akses terhadap riset dan data pasar, RHB Sekuritas Indonesia menyediakan platform serta materi riset untuk membantu investor mengikuti perkembangan pasar.
RHB Sekuritas Indonesia merupakan perusahaan efek yang memiliki layanan perdagangan dan riset pasar. Informasi resmi mengenai layanan dan pembukaan rekening tersedia melalui platform RHB TradeSmart.
MAKSIMALKAN PROFIT TRADINGMU BARENG RHB SEKURITAS
Dapatkan riset mendalam dan data real-time lewat platform RHB Sekuritas.
Wajib masukkan kode sales: DW9 saat registrasi biar kamu terus dapat update peta makro dan insight tajam dari tim kami.
Join Grup: Klik disini untuk join
Yuk, kumpul dan diskusi bareng di grup eksklusif kami sekarang.
Kesimpulan
Kenaikan bunga BOJ bukan sinyal otomatis bahwa IHSG akan jatuh.
Untuk pasar Indonesia, investor perlu melihat USD/JPY, USD/IDR, DXY, US Treasury 10 tahun, harga komoditas, serta aliran dana asing secara bersamaan.
Dengan kata lain, BOJ adalah salah satu variabel. Bukan satu-satunya penentu arah IHSG.
Sumber utama: Bank Indonesia, Bank of Japan, Bursa Efek Indonesia dan Reuters.







