Suarkabar
Senin, 5 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Sumbar
    • Agam
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Kab. Solok
    • Lima Puluh Kota
    • Mentawai
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Pasaman Barat
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Teknologi
  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Sumbar
    • Agam
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Kab. Solok
    • Lima Puluh Kota
    • Mentawai
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Pasaman Barat
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Teknologi
Suarkabar
No Result
View All Result
Home Bisnis

Bedah Saham BMRI 18 September 2026: Asing Berbalik Jual, Fundamental Bank Mandiri Masih Solid

BMRI terkena net sell asing Rp108,93 miliar pada Sesi I 18 September 2026. Simak harga terbaru, fundamental, valuasi, dividen dan risiko Bank Mandiri.

Detektips Cuan Detektips Cuan
18 September 2026, 14:48 WIB
A A
Bedah Saham BMRI 18 September 2026: Asing Berbalik Jual, Fundamental Bank Mandiri Masih Solid

Bedah Saham BMRI 18 September 2026: Asing Berbalik Jual, Fundamental Bank Mandiri Masih Solid

ShareShareShareShareShare

SUARKABAR – BMRI Berbalik Jadi Sasaran Jual Asing. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI mengalami perubahan arus dana yang cukup mencolok dalam dua hari terakhir.

Pada perdagangan 17 September 2026, BMRI menjadi salah satu saham yang paling banyak dibeli investor asing dengan net buy sekitar Rp208,47 miliar. Sahamnya ditutup menguat 2,11% ke Rp4.350.

Namun, situasinya berubah pada perdagangan Jumat, 18 September 2026.

Pada Sesi I, asing justru mencatat net sell BMRI sekitar Rp108,93 miliar. Angka tersebut menempatkan BMRI sebagai salah satu saham bank yang mendapat tekanan jual terbesar pada sesi pertama.

Harga BMRI juga turun ke sekitar Rp4.260 pada perdagangan hari ini.

Perubahan tersebut menarik karena terjadi hanya sehari setelah BMRI menjadi sasaran pembelian asing terbesar.

Ringkasan BMRI Terbaru

Indikator Data Terbaru
Kode saham BMRI
Harga 17 Sep 2026 Rp4.350
Pergerakan 17 Sep +2,11%
Harga 18 Sep 2026 ±Rp4.260
Foreign flow 17 Sep Net buy ±Rp208,47 M
Foreign flow Sesi I 18 Sep Net sell ±Rp108,93 M
Laba bank-only hingga Agustus Rp37,5 T
Pertumbuhan laba +22,3% YoY
Kredit bank-only Rp1.592 T
Pertumbuhan kredit +17,6% YoY
NPL 1,00%
NPL coverage 240,6%
Fee-based income +12,9% YoY
Dividen interim Rp66/saham

Data fundamental terbaru berasal dari publikasi resmi Bank Mandiri per 4 September 2026.

Jawaban Singkat: Apa yang Berubah pada BMRI Hari Ini?

Perubahan paling penting bukan pada fundamental perusahaan, melainkan pada arus dana jangka pendek.

Pada 17 September:

BMRI → net buy asing ±Rp208,47 miliar

Pada Sesi I 18 September:

BMRI → net sell asing ±Rp108,93 miliar

Sementara itu, IHSG Sesi I turun 0,35% menjadi 6.439,75 dan total net sell asing mencapai sekitar Rp1,14 triliun.

Dengan demikian, tekanan terhadap BMRI hari ini terjadi dalam konteks risk-off pasar dan distribusi saham perbankan besar, bukan semata-mata karena perubahan fundamental Bank Mandiri.

IHSG Tertekan, Saham Bank Besar Jadi Sasaran Jual

Pada Sesi I Jumat, 18 September, IHSG turun 22,69 poin atau 0,35% ke 6.439,75.

Sebanyak 406 saham terkoreksi, sedangkan 207 saham menguat. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp7,5 triliun.

Investor asing mencatat:

Foreign buy: sekitar Rp1,32 triliun
Foreign sell: sekitar Rp2,64 triliun
Net foreign sell: sekitar Rp1,14 triliun

BBCA menjadi saham dengan net sell asing terbesar, sekitar Rp222,05 miliar.

BMRI berada berikutnya dengan sekitar Rp108,93 miliar, disusul TLKM Rp94,06 miliar dan AMMN Rp88,68 miliar.

Artinya, tekanan BMRI hari ini merupakan bagian dari tekanan lebih luas terhadap saham-saham big cap.

Dari Net Buy Rp208 Miliar Menjadi Net Sell Rp108 Miliar

Perubahan dua hari ini menjadi salah satu bagian paling menarik untuk dianalisis.

17 September

BMRI:

Net buy asing ±Rp208,47 miliar

Harga:

Rp4.350

Perubahan:

+2,11%

18 September Sesi I

BMRI:

Net sell asing ±Rp108,93 miliar

Harga sekitar:

Rp4.290

Perubahan foreign flow seperti ini menunjukkan bahwa data satu hari tidak cukup untuk menyimpulkan arah akumulasi institusi dalam jangka panjang.

Investor perlu melihat apakah net sell hari ini berlanjut atau kembali berubah menjadi net buy pada sesi-sesi berikutnya.

Fundamental BMRI Masih Menunjukkan Pertumbuhan

Di tengah perubahan foreign flow tersebut, fundamental Bank Mandiri belum menunjukkan perubahan mendadak.

Data terbaru perusahaan sampai Agustus 2026 menunjukkan penyaluran kredit bank-only mencapai Rp1.592 triliun.

Angka tersebut tumbuh 17,6% secara tahunan.

Pertumbuhan kredit menjadi salah satu mesin utama ekspansi Bank Mandiri.

Namun, pertumbuhan kredit tetap perlu dibaca bersama kualitas aset dan biaya dana.

Laba Bank Mandiri Tembus Rp37,5 Triliun

Hingga Agustus 2026, Bank Mandiri secara bank-only membukukan laba bersih sebesar Rp37,5 triliun.

Laba tersebut tumbuh 22,3% YoY.

Ini berarti pertumbuhan laba masih berada pada level dua digit meskipun kondisi pasar saham cukup volatil.

Dari perspektif fundamental, angka tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk menilai kemampuan BMRI menghasilkan keuntungan.

Kualitas Kredit Tetap Perlu Dipantau

Pertumbuhan kredit yang tinggi selalu membawa pertanyaan mengenai kualitas aset.

Data Bank Mandiri menunjukkan NPL berada di 1,00% pada akhir Agustus 2026.

Sementara itu, NPL coverage ratio mencapai 240,6%.

Angka tersebut memberikan konteks bahwa ekspansi kredit belum diikuti lonjakan NPL yang signifikan dalam data terbaru perusahaan.

Namun, kualitas kredit tetap perlu dipantau apabila pertumbuhan ekonomi melambat atau biaya dana meningkat.

Fee-Based Income Ikut Tumbuh

Selain pendapatan berbasis bunga, Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan fee-based income.

Hingga Agustus 2026, fee-based income tumbuh 12,9% YoY.

Bank Mandiri menyebut pertumbuhan tersebut antara lain ditopang recurring fee-based income dari platform Livin’ dan Kopra.

Hal ini penting karena diversifikasi pendapatan dapat membantu bank mengurangi ketergantungan pada margin bunga.

Bagaimana dengan Valuasi BMRI?

Pertanyaan mengenai valuasi tetap relevan meskipun foreign flow hari ini negatif.

Untuk sektor perbankan, investor biasanya melihat beberapa indikator utama:

PBV

Price to Book Value digunakan untuk membandingkan harga saham dengan nilai buku.

Bank dengan ROE tinggi biasanya dapat diperdagangkan pada PBV lebih tinggi dibanding bank dengan ROE rendah.

PER

Price to Earnings Ratio menunjukkan berapa kali investor membayar laba perusahaan.

ROE

Return on Equity menjadi faktor penting karena menunjukkan kemampuan bank menghasilkan laba dari modal yang dimiliki.

Dividend Yield

Dividend yield juga relevan untuk saham bank besar seperti BMRI karena investor tidak hanya mengejar capital gain, tetapi juga distribusi laba.

Karena itu, tidak tepat menyimpulkan BMRI murah atau mahal hanya berdasarkan satu rasio.

Dividen Interim Rp66 per Saham Menjadi Katalis Tambahan

Salah satu perkembangan terbaru yang perlu diperhatikan adalah keputusan Bank Mandiri membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham.

Total dividen interim tersebut sekitar Rp6,16 triliun.

Pembayaran dijadwalkan pada Oktober 2026.

Bagi investor, dividen tersebut menjadi salah satu komponen yang perlu dimasukkan dalam analisis total return BMRI.

Namun, harga saham biasanya juga menyesuaikan dengan mekanisme pasar ketika memasuki periode ex-dividend.

Apakah Net Sell Asing Hari Ini Mengubah Fundamental BMRI?

Belum tentu.

Foreign flow merupakan indikator aktivitas pasar, sedangkan fundamental perusahaan tercermin dari kinerja bisnis dan keuangan.

Hari ini memang terjadi net sell BMRI sekitar Rp108,93 miliar.

Namun pada saat yang sama:

  • kredit masih tumbuh 17,6%;
  • laba bank-only tumbuh 22,3%;
  • NPL berada di 1%;
  • fee-based income tumbuh 12,9%;
  • dividen interim Rp66 per saham telah ditetapkan.

Karena itu, tekanan harga hari ini sebaiknya tidak langsung diterjemahkan sebagai perubahan fundamental.

Risiko yang Perlu Dipantau

1. Net Interest Margin

Pertumbuhan kredit tinggi belum tentu menghasilkan pertumbuhan laba dengan kecepatan yang sama apabila NIM tertekan.

Investor perlu memantau biaya dana dan pricing kredit.

2. Suku Bunga Global

Perubahan kebijakan The Fed dan bank sentral lainnya dapat memengaruhi arus modal, rupiah dan yield obligasi.

3. Kualitas Kredit

Jika ekspansi kredit semakin agresif, perkembangan NPL dan coverage ratio tetap perlu dipantau.

4. Foreign Flow

Perubahan dari net buy Rp208 miliar pada 17 September menjadi net sell Rp108,9 miliar pada Sesi I 18 September menunjukkan betapa cepatnya arus dana asing berubah.

5. Valuasi

Fundamental yang kuat tidak otomatis berarti harga saham murah.

Valuasi tetap harus dibandingkan dengan pertumbuhan laba, ROE dan historis multiple.

Skenario yang Perlu Dipantau Setelah Hari Ini

Skenario Fundamental

Jika kredit, laba, fee-based income dan kualitas aset terus bertumbuh, investor dapat memperoleh data fundamental yang lebih lengkap untuk menilai BMRI.

Skenario Tekanan Pasar

Jika foreign outflow pada saham bank besar berlanjut, BMRI dapat tetap menghadapi tekanan meskipun fundamental perusahaan tidak berubah secara material.

Skenario Reversal

Jika net sell hari ini kembali berubah menjadi net buy dalam beberapa sesi berikutnya, pola foreign flow perlu dibandingkan dengan volume dan pergerakan harga.

BMRI: Momentum Harian vs Fundamental

Perbedaan antara dua hari perdagangan terakhir memberikan pelajaran penting.

17 September:
Asing membeli BMRI sekitar Rp208,47 miliar.

18 September Sesi I:
Asing menjual BMRI sekitar Rp108,93 miliar.

Sementara itu, data operasional hingga Agustus menunjukkan bisnis Bank Mandiri tetap tumbuh.

Karena itu, investor sebaiknya memisahkan:

Momentum harga
dengan
kinerja fundamental perusahaan.

Keduanya dapat bergerak berbeda dalam jangka pendek.

🚀 MAKSIMALKAN PROFIT TRADINGMU BARENG RHB SEKURITAS

Dapatkan riset mendalam dan data real-time untuk saham-saham seperti BMRI lewat platform RHB Sekuritas.

⚠️ Wajib masukkan kode sales: DW9 saat registrasi biar kamu terus dapat update peta makro dan insight tajam dari tim kami.

Yuk, kumpul dan diskusi bareng di grup eksklusif kami sekarang.

👉 Join Grup: Klik disini untuk join

Yuk, kumpul dan diskusi bareng di grup eksklusif kami sekarang.

Kesimpulan

Pergerakan BMRI pada 18 September 2026 menunjukkan perubahan arus dana yang cukup tajam.

Setelah menjadi salah satu saham dengan net buy asing terbesar sekitar Rp208,47 miliar pada 17 September, BMRI berbalik mencatat net sell asing sekitar Rp108,93 miliar pada Sesi I 18 September.

Harga BMRI juga berada di sekitar Rp4.290, sementara IHSG turun 0,35% ke 6.439,75.

Di sisi fundamental, data terbaru Bank Mandiri sampai Agustus 2026 masih menunjukkan pertumbuhan:

  • kredit Rp1.592 triliun, naik 17,6%;
  • laba bank-only Rp37,5 triliun, naik 22,3%;
  • NPL 1,00%;
  • NPL coverage 240,6%;
  • fee-based income tumbuh 12,9%.

Bank Mandiri juga menetapkan dividen interim Rp66 per saham dengan total sekitar Rp6,16 triliun.

Dengan data tersebut, tekanan BMRI hari ini lebih tepat dibaca dalam konteks arus dana dan kondisi pasar jangka pendek, sementara penilaian fundamental membutuhkan pemantauan kinerja keuangan secara berkala.

Pertanyaan mengenai apakah valuasi BMRI menarik tetap bergantung pada harga pasar, pertumbuhan laba, ROE, PBV, PER, dividend yield, risiko kredit dan prospek pertumbuhan ke depan.

FAQ

Berapa harga BMRI hari ini, 18 September 2026?

Pada perdagangan 18 September 2026, BMRI berada di sekitar Rp4.290 pada perdagangan pagi/sesi berjalan berdasarkan data pasar yang tersedia.

Berapa net sell asing BMRI hari ini?

Pada Sesi I 18 September, asing mencatat net sell BMRI sekitar Rp108,93 miliar.

Mengapa BMRI berbalik dari net buy menjadi net sell?

Perubahan tersebut dapat terjadi karena rotasi portofolio, profit taking, kondisi pasar, kebutuhan likuiditas atau perubahan persepsi risiko. Data satu sesi belum cukup untuk menentukan alasan tunggal.

Bagaimana fundamental Bank Mandiri terbaru?

Hingga Agustus 2026, kredit bank-only mencapai Rp1.592 triliun, laba bersih Rp37,5 triliun, NPL 1,00%, dan fee-based income tumbuh 12,9%.

Apakah BMRI membagikan dividen interim?

Ya. Bank Mandiri menetapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham dengan total sekitar Rp6,16 triliun.

Apakah net sell asing berarti fundamental BMRI memburuk?

Tidak otomatis. Foreign flow menggambarkan aktivitas transaksi dalam periode tertentu, sedangkan fundamental harus dinilai melalui laba, kredit, kualitas aset, margin, modal, arus kas dan indikator bisnis lainnya.

Disclaimer

Artikel ini berisi data historis, ringkasan riset publik, dan informasi umum — bukan rekomendasi atau ajakan membeli/menjual saham tertentu. Data valuasi dan proyeksi berasal dari berbagai sumber riset yang mungkin memiliki asumsi berbeda-beda dan tidak menjamin keakuratan ke depan. Nilai investasi saham dapat naik maupun turun, termasuk berisiko kehilangan modal. Selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan sesuaikan dengan profil risiko serta kondisi keuanganmu sebelum mengambil keputusan investasi.

Sumber utama: Bank Mandiri, BEI, IDNFinancials, Katadata, Bloomberg Technoz, dan sumber data pasar terkait.

Tags: analisis sahamBank MandiriBEIBMRIBMRI 18 September 2026Bursa Efek Indonesiadividen BMRIforeign flow BMRIfundamental BMRIharga BMRI hari iniIHSGnet foreign sell BMRIPBV BMRIPER BMRIRHB Sekuritassaham bank BUMNsaham Bank Mandirisaham BMRIsaham perbankanvaluasi BMRI

Berita Terkait

Saham Nike Sudah Anjlok, Tapi UBS Masih Waspada: Ini 5 Masalah yang Membebani NKE
Bisnis

Saham Nike Sudah Anjlok, Tapi UBS Masih Waspada: Ini 5 Masalah yang Membebani NKE

20 September 2026, 10:55 WIB
Ultrajaya dan Frisian Flag Indonesia Bentuk Kemitraan Strategis, FrieslandCampina Bakal Jadi Pengendali Baru ULTJ
Bisnis

Ultrajaya dan Frisian Flag Indonesia Bentuk Kemitraan Strategis, FrieslandCampina Bakal Jadi Pengendali Baru ULTJ

20 September 2026, 10:27 WIB
Ultrajaya dan Frisian Flag Indonesia Jalin Kemitraan Strategis
Bisnis

Ultrajaya dan Frisian Flag Indonesia Jalin Kemitraan Strategis, Apa Dampaknya bagi ULTJ?

18 September 2026, 14:31 WIB
Bedah Saham: TPIA (Chandra Asri Pacific) — Saham yang Terus Tertekan, Tapi Kenapa Analis Masih Optimis?
Bisnis

Bedah Saham: TPIA (Chandra Asri Pacific) — Saham yang Terus Tertekan, Tapi Kenapa Analis Masih Optimis?

13 September 2026, 17:30 WIB
Bedah Saham: AMMN (Amman Mineral Internasional) — Antara Momentum Kuat dan Pertanyaan Valuasi
Bisnis

Bedah Saham: AMMN (Amman Mineral Internasional) — Antara Momentum Kuat dan Pertanyaan Valuasi

13 September 2026, 17:19 WIB

Populer

  • Kenapa Saham Bank Selalu "Menentukan" Arah IHSG?

    Kenapa Saham Bank Selalu “Menentukan” Arah IHSG? Kenalan dengan Konsep Bobot Indeks

    Share
    Share Tweet
  • IHSG 18 September 2026 Melemah 0,33%, Asing Net Sell Rp1,78 Triliun: BMRI dan BBCA Jadi Beban

    Share
    Share Tweet
  • Sorotan Data: Arus Dana Asing Saat Pasar Bergejolak (Update 11 September 2026)

    Share
    Share Tweet
  • Bedah Saham: TPIA (Chandra Asri Pacific) — Saham yang Terus Tertekan, Tapi Kenapa Analis Masih Optimis?

    Share
    Share Tweet
  • 5 Kebiasaan Dasar yang Wajib Dimiliki Investor Pemula di Pasar Saham

    Share
    Share Tweet
  • Asing Masuk, Asing Keluar: Kenapa Arus Dana Asing Penting Buat Investor Pemula?

    Share
    Share Tweet
  • Bedah Saham: AMMN (Amman Mineral Internasional) — Antara Momentum Kuat dan Pertanyaan Valuasi

    Share
    Share Tweet
  • IHSG Rebound Tajam Usai Guncangan Jackson Hole — Ini yang Perlu Diketahui Investor Pemula

    Share
    Share Tweet
  • Rotasi Sektor: Cara Baca “Perpindahan Uang” di Bursa Saham

    Share
    Share Tweet
  • Saham Nike Sudah Anjlok, Tapi UBS Masih Waspada: Ini 5 Masalah yang Membebani NKE

    Share
    Share Tweet
Suarkabar.com

© 2026 Suarkabar.com

Laman

  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Sumbar
    • Agam
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Kab. Solok
    • Lima Puluh Kota
    • Mentawai
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Pasaman Barat
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Teknologi

© 2026 Suarkabar.com