Suarkabar
Minggu, 4 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Sumbar
    • Agam
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Kab. Solok
    • Lima Puluh Kota
    • Mentawai
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Pasaman Barat
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Teknologi
  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Sumbar
    • Agam
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Kab. Solok
    • Lima Puluh Kota
    • Mentawai
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Pasaman Barat
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Teknologi
Suarkabar
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Asing Net Sell Rp1,1 Triliun di Sesi I, BBCA-BMRI-TLKM Jadi Sasaran Jual

Investor asing mencatat net sell sekitar Rp1,1 triliun pada sesi I 18 September 2026. BBCA, BMRI, TLKM dan BBRI menjadi sasaran distribusi.

Detektips Cuan Detektips Cuan
18 September 2026, 14:11 WIB
A A
ASING NET SELL Rp1,1 T

ASING NET SELL Rp1,1 T

ShareShareShareShareShare

SUARKABAR –  IHSG Sesi I Tertekan, Asing Lepas Rp1,1 Triliun. Tekanan jual mewarnai perdagangan Bursa Efek Indonesia pada sesi pertama Jumat, 18 September 2026. Investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp1,1 triliun, sementara aktivitas smart money menunjukkan distribusi besar pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Data IPOT mencatat nilai foreign buy sekitar Rp1,3 triliun, berhadapan dengan foreign sell sekitar Rp2,5 triliun. Selisih tersebut menghasilkan net outflow sekitar Rp1,1 triliun.

Pada saat yang sama, IHSG turun 22,69 poin atau 0,35% menjadi 6.439,75 pada penutupan sesi I. Indeks sempat menguat pada awal perdagangan sebelum berbalik melemah.

Ringkasan Pasar Sesi I

Indikator Sesi I 18 September 2026
IHSG 6.439,75
Perubahan -22,69 poin / -0,35%
Foreign Buy ±Rp1,3 triliun
Foreign Sell ±Rp2,5 triliun
Net Foreign ±-Rp1,1 triliun
Nilai transaksi ±Rp7,5 triliun
Volume ±14,9 miliar saham
Frekuensi ±1,07 juta transaksi

Jawaban Singkat: Ke Mana Dana Asing Bergerak?

Pola transaksi sesi I menunjukkan rotasi dana, bukan sekadar aksi jual menyeluruh.

Asing masih membeli beberapa saham komoditas dan otomotif, terutama ANTM, ASII, AADI, MDKA, dan MBMA. Sebaliknya, dana asing keluar dalam jumlah besar dari saham BBCA, BMRI, TLKM, AMMN, dan BBRI.

Dengan demikian, tekanan IHSG terutama datang dari distribusi saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya perbankan.

Lima Saham yang Paling Banyak Dibeli Asing

Berikut saham dengan aktivitas pembelian asing terbesar pada sesi I berdasarkan data intraday:

Saham Volume Estimasi Nilai
ANTM 12,5 juta Rp40,9 miliar
ASII 4,6 juta Rp22,4 miliar
AADI 1,3 juta Rp15,5 miliar
MDKA 4,3 juta Rp12,4 miliar
MBMA 19,9 juta Rp10,5 miliar

ANTM menjadi saham dengan nilai pembelian asing terbesar, sekitar Rp40,9 miliar. Data IDNFinancials juga menempatkan ANTM sebagai pemimpin foreign net buy dengan nilai sekitar Rp41,09 miliar.

Pola ini memperlihatkan bahwa minat asing masih muncul pada kelompok komoditas, terutama emas, mineral, batu bara, dan material terkait rantai baterai.

BBCA Jadi Sasaran Distribusi Terbesar

Berbeda dengan sisi pembelian, tekanan terbesar muncul pada saham-saham big cap.

Saham Volume Jual Estimasi Nilai
BBCA 35,4 juta Rp220,6 miliar
BMRI 25,5 juta Rp108,4 miliar
TLKM 36,8 juta Rp93,7 miliar
AMMN 18,2 juta Rp87,3 miliar
BBRI 16,0 juta Rp61,7 miliar

BBCA menjadi saham dengan tekanan jual asing terbesar, mencapai sekitar Rp220,6 miliar. BMRI menyusul Rp108,4 miliar dan TLKM sekitar Rp93,7 miliar.

IDNFinancials mencatat angka yang sedikit berbeda karena sumber dan metode penghitungan datanya, tetapi urutannya relatif sama: BBCA, BMRI, TLKM, AMMN, kemudian BBRI menjadi lima saham dengan net sell asing terbesar.

Perbedaan kecil antarplatform dapat terjadi karena cakupan pasar, waktu pengambilan data, dan metode perhitungan transaksi.

Smart Money: Distribusi BBCA dan BMRI Paling Besar

Selain foreign flow, aktivitas smart money juga memperlihatkan pola yang menarik.

Net Accumulation

Saham Perubahan Nilai
ITMG 0,0% Rp8,4 miliar
ASII +0,2% Rp5,0 miliar
IMPC +2,4% Rp4,7 miliar
BBHI -0,6% Rp4,5 miliar
MBMA +1,9% Rp4,3 miliar

ITMG menjadi saham dengan akumulasi smart money terbesar sekitar Rp8,4 miliar.

ASII dan MBMA juga muncul pada daftar akumulasi. Ini menarik karena ASII dan MBMA juga termasuk lima saham dengan foreign buy terbesar.

Net Distribution

Saham Perubahan Nilai Distribusi
BBCA -2,0% Rp138,3 miliar
BMRI -2,1% Rp112,9 miliar
TLKM -1,5% Rp102,2 miliar
BUMI -3,5% Rp86,0 miliar
BBRI -1,8% Rp81,9 miliar

BBCA dan BMRI menjadi dua saham dengan distribusi smart money terbesar.

Artinya, tekanan pada sektor perbankan bukan hanya terlihat dari transaksi asing. Data smart money juga menunjukkan distribusi pada sejumlah saham bank besar.

Perbankan Menjadi Sumber Tekanan IHSG

Pola tersebut penting karena BBCA, BMRI dan BBRI merupakan saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan terhadap pergerakan indeks.

Ketika saham-saham tersebut mengalami tekanan secara bersamaan, dampaknya terhadap IHSG dapat lebih besar dibandingkan ketika tekanan hanya terjadi pada saham berkapitalisasi kecil.

Data sesi I memperlihatkan:

BBCA → net sell asing ±Rp220,6 miliar
BMRI → net sell asing ±Rp108,4 miliar
BBRI → net sell asing ±Rp61,7 miliar

Sementara TLKM menambah tekanan dari kelompok telekomunikasi dengan net sell asing sekitar Rp93,7 miliar.

Karena itu, pelemahan IHSG pada sesi I dapat dibaca sebagai kombinasi antara distribusi big cap dan rotasi dana menuju kelompok komoditas tertentu.

Komoditas Justru Menjadi Area Akumulasi

Di sisi lain, ANTM, AADI, MDKA dan MBMA masuk dalam daftar saham yang mendapatkan pembelian asing.

Pola tersebut menunjukkan bahwa investor tidak sepenuhnya meninggalkan pasar saham Indonesia. Sebagian dana masih bergerak menuju saham tertentu.

Pada perdagangan 17 September, asing bahkan tercatat melakukan net buy sekitar Rp160,16 miliar, dengan BMRI menjadi salah satu saham yang paling banyak dibeli.

Namun pada sesi I 18 September, arah aliran dana berubah menjadi net sell sekitar Rp1,1 triliun.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa foreign flow dapat berubah dengan cepat dalam hitungan sesi, sehingga data satu sesi sebaiknya tidak digunakan sendirian untuk menyimpulkan tren jangka panjang.

Apa Arti Smart Money Distribution bagi Investor?

Distribusi pada BBCA, BMRI, BBRI dan TLKM perlu dibaca sebagai indikator aktivitas transaksi, bukan otomatis sebagai sinyal bahwa fundamental perusahaan berubah.

Ada beberapa kemungkinan yang perlu dipertimbangkan.

1. Profit Taking

Investor yang sebelumnya mengakumulasi saham dapat melakukan realisasi keuntungan setelah kenaikan harga.

2. Rotasi Sektor

Dana dapat berpindah dari bank dan telekomunikasi menuju komoditas atau saham lain yang sedang mendapatkan momentum.

3. Rebalancing Portofolio

Investor institusi dapat mengubah bobot portofolio berdasarkan kondisi pasar, risiko, valuasi, maupun kebutuhan likuiditas.

4. Respons terhadap Sentimen Makro

Pergerakan rupiah, suku bunga global, yield obligasi dan arah pasar regional juga dapat memengaruhi keputusan investor institusi.

Karena itu, foreign net sell tidak identik dengan sinyal fundamental negatif.

Sektor yang Perlu Dipantau Setelah Sesi I

Berdasarkan pola transaksi tersebut, ada tiga kelompok yang menarik untuk diperhatikan pada sesi II dan perdagangan berikutnya.

Perbankan

BBCA, BMRI dan BBRI perlu diperhatikan karena mengalami distribusi besar. Investor dapat melihat apakah tekanan tersebut berlanjut atau mulai diserap pembeli.

Komoditas

ANTM, AADI, MDKA, MBMA dan ITMG menunjukkan aktivitas pembelian atau akumulasi.

Pergerakan harga komoditas global serta aliran dana berikutnya menjadi faktor penting untuk melihat apakah rotasi tersebut berlanjut.

Telekomunikasi

TLKM mencatat distribusi asing sekitar Rp93,7 miliar. Pergerakan harga dan volume pada sesi berikutnya dapat memberikan informasi apakah tekanan hanya bersifat intraday atau berlanjut.

Apa yang Perlu Dipantau pada Sesi II?

Investor dapat memantau lima indikator utama:

  1. Apakah net foreign sell mengecil atau semakin besar?
  2. Apakah BBCA, BMRI dan BBRI mulai mengalami absorption?
  3. Apakah ANTM, MDKA, MBMA dan AADI mempertahankan akumulasi?
  4. Bagaimana posisi IHSG terhadap level 6.400–6.450?
  5. Apakah volume transaksi meningkat ketika IHSG turun?

Jika IHSG melemah tetapi saham-saham yang mengalami distribusi mulai diserap, karakter tekanan pasar dapat berbeda dibandingkan kondisi ketika harga turun disertai volume jual yang semakin besar.

🚀 MAKSIMALKAN PROFIT TRADINGMU BARENG RHB SEKURITAS

Dapatkan riset mendalam dan data real-time lewat platform RHB Sekuritas.

⚠️ Wajib masukkan kode sales: DW9 saat registrasi biar kamu terus dapat update peta makro dan insight tajam dari tim kami.

👉 Join Grup: Klik disini untuk join

Yuk, kumpul dan diskusi bareng di grup eksklusif kami sekarang.

Kesimpulan

Perdagangan sesi I Jumat, 18 September 2026 menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat dari investor asing.

Foreign buy tercatat sekitar Rp1,3 triliun, tetapi foreign sell mencapai Rp2,5 triliun sehingga menghasilkan net sell sekitar Rp1,1 triliun.

BBCA menjadi saham dengan distribusi asing terbesar, disusul BMRI, TLKM, AMMN dan BBRI.

Pada saat yang sama, ANTM, ASII, AADI, MDKA dan MBMA menjadi kelompok yang memperoleh pembelian asing terbesar.

Data smart money juga memperlihatkan distribusi besar pada BBCA, BMRI dan TLKM, sementara ITMG, ASII, IMPC, BBHI dan MBMA mencatat akumulasi.

Pola tersebut lebih tepat dibaca sebagai perubahan komposisi aliran dana dan rotasi antar-saham. Untuk menentukan apakah tekanan ini merupakan koreksi sementara atau perubahan tren, investor perlu melihat kelanjutan foreign flow, volume, harga dan distribusi pada beberapa sesi berikutnya.

FAQ

Apakah asing benar-benar keluar dari pasar Indonesia?

Pada sesi I 18 September 2026, investor asing memang mencatat net sell sekitar Rp1,1–1,14 triliun. Namun, data satu sesi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa investor asing sedang meninggalkan pasar Indonesia secara permanen.

Saham apa yang paling banyak dijual asing?

BBCA mencatat nilai jual asing terbesar sekitar Rp220,6 miliar, disusul BMRI, TLKM, AMMN dan BBRI berdasarkan data intraday IPOT.

Saham apa yang paling banyak dibeli asing?

ANTM menjadi saham dengan pembelian asing terbesar sekitar Rp40,9 miliar, diikuti ASII, AADI, MDKA dan MBMA.

Apakah foreign net sell berarti harga saham pasti turun?

Tidak. Foreign flow merupakan salah satu indikator aktivitas pasar. Harga saham juga dipengaruhi oleh fundamental, valuasi, sentimen, volume, kondisi makro, aksi investor domestik dan faktor perusahaan.

Mengapa saham bank berpengaruh besar terhadap IHSG?

Saham bank besar memiliki kapitalisasi pasar dan bobot indeks yang besar. Karena itu, perubahan harga pada saham-saham tersebut dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan IHSG.

Disclaimer

Artikel ini berisi data historis, ringkasan riset publik, dan informasi umum — bukan rekomendasi atau ajakan membeli/menjual saham tertentu. Data valuasi dan proyeksi berasal dari berbagai sumber riset yang mungkin memiliki asumsi berbeda-beda dan tidak menjamin keakuratan ke depan. Nilai investasi saham dapat naik maupun turun, termasuk berisiko kehilangan modal. Selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan sesuaikan dengan profil risiko serta kondisi keuanganmu sebelum mengambil keputusan investasi.

Sumber: Data perdagangan sesi I BEI, 18 September 2026.

Tags: ASING NET SELLBBCABMRIIHSGTLKM

Berita Terkait

IHSG 18 September 2026 Melemah 0,33%, Asing Net Sell Rp1,78 Triliun: BMRI dan BBCA Jadi Beban
Ekonomi

IHSG 18 September 2026 Melemah 0,33%, Asing Net Sell Rp1,78 Triliun: BMRI dan BBCA Jadi Beban

18 September 2026, 21:48 WIB
BOJ Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Rupiah?
Ekonomi

BOJ Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Rupiah? Ini yang Perlu Dipantau Investor

18 September 2026, 13:24 WIB
BOJ NAIKKAN SUKU BUNGA KE 1,25%
Ekonomi

BOJ Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Apa Dampaknya ke IHSG dan Saham Indonesia?

18 September 2026, 13:20 WIB
IHSG Sesi I 18 September 2026 Turun 0,35%, Sektor Poultry Jadi Perhatian
Ekonomi

IHSG Sesi I 18 September 2026 Turun 0,35%, Sektor Poultry Jadi Perhatian

18 September 2026, 13:09 WIB
Sorotan Data: Arus Dana Asing Saat Pasar Bergejolak (Update 11 September 2026)
Ekonomi

Sorotan Data: Arus Dana Asing Saat Pasar Bergejolak (Update 11 September 2026)

13 September 2026, 17:12 WIB
Sorotan Kinerja: Saham dengan Momentum Terkuat di Tiap Sektor (Update 11 September 2026)
Ekonomi

Sorotan Kinerja: Saham dengan Momentum Terkuat di Tiap Sektor (Update 11 September 2026)

13 September 2026, 17:07 WIB

Populer

  • Kenapa Saham Bank Selalu "Menentukan" Arah IHSG?

    Kenapa Saham Bank Selalu “Menentukan” Arah IHSG? Kenalan dengan Konsep Bobot Indeks

    Share
    Share Tweet
  • IHSG 18 September 2026 Melemah 0,33%, Asing Net Sell Rp1,78 Triliun: BMRI dan BBCA Jadi Beban

    Share
    Share Tweet
  • Sorotan Data: Arus Dana Asing Saat Pasar Bergejolak (Update 11 September 2026)

    Share
    Share Tweet
  • Bedah Saham: TPIA (Chandra Asri Pacific) — Saham yang Terus Tertekan, Tapi Kenapa Analis Masih Optimis?

    Share
    Share Tweet
  • 5 Kebiasaan Dasar yang Wajib Dimiliki Investor Pemula di Pasar Saham

    Share
    Share Tweet
  • Asing Masuk, Asing Keluar: Kenapa Arus Dana Asing Penting Buat Investor Pemula?

    Share
    Share Tweet
  • Bedah Saham: AMMN (Amman Mineral Internasional) — Antara Momentum Kuat dan Pertanyaan Valuasi

    Share
    Share Tweet
  • IHSG Rebound Tajam Usai Guncangan Jackson Hole — Ini yang Perlu Diketahui Investor Pemula

    Share
    Share Tweet
  • Rotasi Sektor: Cara Baca “Perpindahan Uang” di Bursa Saham

    Share
    Share Tweet
  • Ultrajaya dan Frisian Flag Indonesia Jalin Kemitraan Strategis, Apa Dampaknya bagi ULTJ?

    Share
    Share Tweet
Suarkabar.com

© 2026 Suarkabar.com

Laman

  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Sumbar
    • Agam
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Kab. Solok
    • Lima Puluh Kota
    • Mentawai
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Pasaman Barat
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Teknologi

© 2026 Suarkabar.com