Suarkabar
Senin, 5 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Sumbar
    • Agam
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Kab. Solok
    • Lima Puluh Kota
    • Mentawai
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Pasaman Barat
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Teknologi
  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Sumbar
    • Agam
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Kab. Solok
    • Lima Puluh Kota
    • Mentawai
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Pasaman Barat
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Teknologi
Suarkabar
No Result
View All Result
Home Ekonomi

IHSG Sesi I 18 September 2026 Turun 0,35%, Sektor Poultry Jadi Perhatian

IHSG sesi I Jumat 18 September 2026 turun 0,35% ke 6.439,745 setelah sempat menyentuh 6.521,021. Simak market wrap, bursa Asia, BJBS dan sektor poultry.

Detektips Cuan Detektips Cuan
18 September 2026, 13:09 WIB
A A
IHSG Sesi I 18 September 2026 Turun 0,35%, Sektor Poultry Jadi Perhatian

IHSG Sesi I 18 September 2026 Turun 0,35%, Sektor Poultry Jadi Perhatian

ShareShareShareShareShare

SUARKABAR – IHSG Sesi I Berbalik Melemah 0,35%. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada perdagangan sesi I Jumat, 18 September 2026.

IHSG ditutup di level 6.439,745, turun 22,686 poin atau 0,35% dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.462,431.

Pergerakan indeks sempat menunjukkan penguatan pada awal perdagangan.

IHSG mencapai level tertinggi 6.521,021 sebelum akhirnya tekanan jual meningkat.

Indeks kemudian turun hingga menyentuh level terendah 6.433,368.

Pada akhir sesi pertama, IHSG berada di 6.439,745.

Perubahan arah tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika sebagian besar bursa saham Asia justru bergerak positif.

Jawaban Singkat

Apa yang terjadi pada IHSG 18 September 2026?

IHSG sempat menguat pada awal perdagangan hingga 6.521,021, tetapi kemudian berbalik turun 0,35% pada sesi I.

Apa yang menjadi perhatian pasar?

Selain pergerakan IHSG dan bursa Asia, investor mencermati perkembangan emiten serta katalis sektoral, khususnya industri perunggasan.

Apa katalis sektor poultry?

Harga livebird dan DOC mengalami kenaikan signifikan pada Agustus 2026. Kondisi tersebut dapat memberikan ruang perbaikan margin apabila kenaikan harga jual lebih besar daripada kenaikan biaya produksi.

Ringkasan Market Wrap Sesi I 18 September 2026

Indikator Sesi I Perubahan/Keterangan
IHSG 6.439,745 -22,686 poin (-0,35%)
Penutupan sebelumnya 6.462,431 —
Tertinggi IHSG 6.521,021 Sempat menguat di awal
Terendah IHSG 6.433,368 Tekanan jual meningkat
Kospi — +2,59%
Nikkei 225 — +1,92%
Shanghai Composite — +1,04%
Hang Seng — +0,67%
S&P/ASX 200 — -0,02%
Straits Times — -0,26%
BJBS — Rating idA+, outlook Stabil
Livebird Agustus 2026 Rp24.351/kg +30,5% MoM; +30,1% YoY
DOC Rp7.275/ekor +37,6% MoM; +22,5% YoY

Tabel tersebut memberikan gambaran cepat mengenai arah IHSG, sentimen regional, perkembangan emiten dan katalis sektoral yang menjadi perhatian pada market wrap sesi I.

Bursa Asia Mayoritas Menguat

Pelemahan IHSG berlangsung ketika sebagian besar bursa Asia berada di zona positif.

Pergerakan pagi hari menunjukkan:

  • Kospi Korea Selatan: +2,59%
  • Nikkei 225 Jepang: +1,92%
  • Shanghai Composite China: +1,04%
  • Hang Seng Hong Kong: +0,67%
  • S&P/ASX 200 Australia: -0,02%
  • Straits Times Singapura: -0,26%

Artinya, pelemahan IHSG tidak sepenuhnya mengikuti arah bursa regional.

Pada awal perdagangan domestik, IHSG juga sempat berada di zona hijau. Sekitar pukul 09.05 WIB, indeks tercatat berada di sekitar 6.503 atau menguat sekitar 0,64%.

Namun, momentum tersebut tidak bertahan hingga penutupan sesi pertama.

Perubahan dari penguatan awal menjadi pelemahan menjadi salah satu indikator penting untuk dicermati pada sesi II.

Mengapa IHSG Berbalik dari Hijau ke Merah?

Pergerakan IHSG tersebut menggambarkan perubahan keseimbangan antara tekanan beli dan jual sepanjang sesi perdagangan.

Pada awal perdagangan, sentimen positif dari bursa regional memberikan ruang bagi IHSG untuk menguat.

Indeks kemudian mencapai 6.521,021.

Setelah itu, tekanan jual meningkat dan IHSG bergerak turun hingga mencapai 6.433,368.

Secara teknikal, area 6.433–6.439 menjadi titik yang perlu diperhatikan karena berada di sekitar level terendah dan penutupan sesi pertama.

Sementara itu, area 6.500 dapat menjadi referensi momentum apabila IHSG mampu kembali bergerak di atas level tersebut.

Pergerakan ini bukan berarti memastikan arah IHSG selanjutnya. Level tersebut hanya menggambarkan posisi harga yang terbentuk selama sesi pertama.

Berita Emiten: BJBS Memiliki Rating idA+ dengan Outlook Stabil

Dari sisi emiten, PT Bank Jabar Banten Syariah (BJBS) menjadi salah satu informasi yang menarik perhatian.

Berdasarkan pembaruan resmi PEFINDO pada 16 September 2026, BJBS memiliki peringkat idA+ dengan prospek Stabil.

Peringkat tersebut sebelumnya berada di level idAA- dengan prospek Stabil.

Dengan demikian, perubahan rating menjadi idA+ perlu dibaca bersama alasan penilaian PEFINDO dan perkembangan fundamental perusahaan.

Apa Arti Rating idA+?

Rating kredit merupakan penilaian lembaga pemeringkat terhadap kemampuan suatu entitas dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

Karena itu, investor tidak cukup hanya melihat kata “Stabil” pada outlook.

Perubahan dari idAA- menjadi idA+ juga merupakan informasi penting karena menunjukkan perubahan penilaian terhadap profil risiko kredit dibandingkan peringkat sebelumnya.

Investor dapat memperhatikan sejumlah faktor seperti:

  • permodalan;
  • kualitas aset;
  • profitabilitas;
  • likuiditas;
  • dukungan pemegang saham;
  • perkembangan bisnis perusahaan.

Dengan membaca seluruh faktor tersebut, perubahan rating dapat ditempatkan dalam konteks fundamental yang lebih lengkap.

Sektor Poultry Mendapat Katalis dari Harga Ayam

Selain sektor perbankan, industri perunggasan menjadi salah satu sektor yang menarik diperhatikan dalam market wrap kali ini.

Harga ayam hidup atau livebird menunjukkan kenaikan cukup signifikan pada Agustus 2026.

Rata-rata harga livebird mencapai Rp24.351 per kilogram.

Angka tersebut meningkat:

  • 30,5% secara bulanan atau MoM;
  • 30,1% secara tahunan atau YoY.

Rata-rata harga livebird selama delapan bulan pertama 2026 juga mencapai sekitar Rp20.652 per kilogram, meningkat 15,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan juga terlihat pada harga Day-Old Chick (DOC).

Harga DOC berada di sekitar Rp7.275 per ekor, naik:

  • 37,6% MoM;
  • 22,5% YoY.

Mengapa Kenaikan Harga Livebird Penting?

Harga livebird merupakan salah satu variabel penting bagi industri perunggasan.

Ketika harga jual ayam meningkat, perusahaan memiliki peluang mendapatkan margin lebih besar jika kenaikan harga jual lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi.

Namun, kenaikan harga ayam tidak otomatis berarti laba seluruh perusahaan poultry akan meningkat.

Ada sejumlah biaya yang perlu diperhatikan.

Salah satunya adalah pakan.

Biaya pakan memiliki kontribusi besar terhadap struktur biaya industri perunggasan sehingga perubahan harga jagung dan bahan baku lainnya dapat memengaruhi margin.

Karena itu, analisis sektor poultry sebaiknya melihat hubungan antara:

Harga livebird → harga DOC → harga pakan → biaya produksi → margin → laba.

Bukan hanya melihat kenaikan harga ayam secara terpisah.

MBG Menjadi Katalis Permintaan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam prospek industri poultry.

Program tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan protein hewani, termasuk produk berbasis ayam.

Jika volume permintaan meningkat, produsen unggas berpotensi mendapatkan dukungan dari sisi volume penjualan.

Namun, dampak terhadap masing-masing emiten tetap bergantung pada:

  • volume produksi;
  • kapasitas distribusi;
  • harga jual;
  • biaya pakan;
  • efisiensi produksi;
  • struktur biaya;
  • perkembangan permintaan.

Dengan demikian, MBG dapat menjadi salah satu katalis, tetapi bukan satu-satunya faktor penentu kinerja saham poultry.

Emiten Poultry yang Perlu Dipantau

Beberapa perusahaan terbuka yang memiliki eksposur terhadap industri perunggasan antara lain:

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

CPIN merupakan salah satu perusahaan besar dalam industri poultry Indonesia dengan bisnis yang mencakup pakan ternak, DOC dan produk ayam.

Pergerakan margin perusahaan dapat dipengaruhi oleh harga ayam hidup, harga pakan serta permintaan produk unggas.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

JPFA juga memiliki eksposur besar terhadap rantai industri perunggasan.

Karena itu, perkembangan harga livebird, DOC dan pakan menjadi sejumlah indikator yang relevan untuk mengikuti kinerja bisnisnya.

Namun, fundamental sektor yang membaik tidak otomatis membuat harga saham bergerak dengan arah yang sama.

Harga saham tetap dipengaruhi oleh ekspektasi laba, valuasi, arus dana, sentimen pasar dan kondisi IHSG.

Apa yang Perlu Dipantau pada Sesi II?

Setelah IHSG turun 0,35% pada sesi I, terdapat beberapa indikator yang dapat menjadi perhatian.

1. Level 6.433

Level ini merupakan titik terendah IHSG pada sesi pertama.

Pergerakan di sekitar level tersebut dapat menjadi referensi teknikal jangka pendek.

2. Area 6.500

IHSG sempat bergerak di atas 6.500 pada awal perdagangan.

Apabila indeks kembali berada di atas area tersebut, pelaku pasar dapat melihat bagaimana momentum perdagangan berkembang.

3. Bursa Asia

Mayoritas bursa Asia masih bergerak positif pada pagi hari.

Perubahan arah pasar regional pada sesi berikutnya dapat memengaruhi sentimen investor domestik.

4. Saham Perbankan

Saham perbankan memiliki bobot besar dalam IHSG.

Karena itu, perubahan harga saham-saham bank besar dapat memberikan pengaruh terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.

5. Sektor Poultry

Investor dapat memantau perkembangan harga:

  • livebird;
  • DOC;
  • jagung;
  • bahan baku pakan;
  • volume permintaan;
  • margin perusahaan.

Kombinasi indikator tersebut memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi industri dibandingkan hanya melihat harga ayam.

Maksimalkan Insight Trading Bersama RHB Sekuritas

Bagi investor yang ingin mendapatkan akses terhadap riset dan data pasar, RHB Sekuritas Indonesia menyediakan platform serta materi riset untuk membantu investor mengikuti perkembangan pasar.

RHB Sekuritas Indonesia merupakan perusahaan efek yang memiliki layanan perdagangan dan riset pasar. Informasi resmi mengenai layanan dan pembukaan rekening tersedia melalui platform RHB TradeSmart.

🚀 MAKSIMALKAN PROFIT TRADINGMU BARENG RHB SEKURITAS

Dapatkan riset mendalam dan data real-time lewat platform RHB Sekuritas.

⚠️ Wajib masukkan kode sales: DW9 saat registrasi biar kamu terus dapat update peta makro dan insight tajam dari tim kami.

👉 Join Grup: Klik disini untuk join

Yuk, kumpul dan diskusi bareng di grup eksklusif kami sekarang.

RHB TradeSmart


Kesimpulan Market Wrap

IHSG sesi I Jumat, 18 September 2026 turun 0,35% ke 6.439,745, setelah sempat mencapai level tertinggi 6.521,021.

Indeks kemudian melemah hingga 6.433,368 sebelum berakhir di 6.439,745.

Pelemahan tersebut terjadi ketika mayoritas bursa Asia bergerak positif. Kondisi ini membuat faktor domestik dan pergerakan masing-masing sektor tetap penting untuk diperhatikan.

Dari sisi emiten, BJBS memiliki rating idA+ dengan outlook Stabil berdasarkan pembaruan PEFINDO 16 September 2026. Rating tersebut turun dari idAA- sebelumnya sehingga perubahan peringkat perlu dibaca bersama faktor fundamental dan alasan penilaiannya.

Sementara itu, sektor poultry memperoleh katalis dari kenaikan harga livebird dan DOC.

Harga livebird Agustus 2026 mencapai Rp24.351/kg, sedangkan harga DOC mencapai Rp7.275/ekor.

Kondisi tersebut dapat menjadi faktor pendukung margin apabila kenaikan harga jual mampu mengimbangi kenaikan biaya produksi.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan harga pakan, biaya produksi, volume penjualan, margin, arus kas dan valuasi masing-masing perusahaan.

Dengan demikian, fokus pada sesi berikutnya bukan hanya melihat apakah IHSG kembali menguat, tetapi juga bagaimana masing-masing sektor dan emiten merespons perubahan sentimen pasar.

FAQ

Mengapa IHSG turun pada sesi I 18 September 2026?

IHSG berbalik melemah setelah sempat menguat pada awal perdagangan dan mencapai 6.521,021. Indeks kemudian turun hingga 6.433,368 sebelum ditutup di 6.439,745.

Berapa penurunan IHSG sesi I?

IHSG turun 22,686 poin atau 0,35% dari penutupan sebelumnya di 6.462,431.

Apa katalis sektor poultry?

Salah satu katalisnya adalah kenaikan harga livebird dan DOC. Harga livebird Agustus mencapai Rp24.351/kg, sedangkan DOC mencapai Rp7.275/ekor.

Apakah kenaikan harga ayam otomatis menguntungkan saham poultry?

Tidak otomatis. Dampaknya terhadap laba bergantung pada harga pakan, biaya produksi, volume penjualan, efisiensi dan margin perusahaan.

Bagaimana rating terbaru BJBS?

PEFINDO memperbarui rating BJBS menjadi idA+ dengan outlook Stabil pada 16 September 2026. Rating tersebut turun dari idAA- sebelumnya.

Apa yang perlu diperhatikan pada saham poultry?

Investor dapat memantau harga livebird, DOC, pakan, volume penjualan, margin, laba, arus kas dan valuasi perusahaan.

Di mana mendapatkan riset dan data pasar?

RHB Sekuritas menyediakan platform RHB TradeSmart dan materi riset pasar. Investor dapat memeriksa layanan resmi melalui platform RHB TradeSmart.

Disclaimer

Artikel ini berisi data historis, ringkasan riset publik, dan informasi umum — bukan rekomendasi atau ajakan membeli/menjual saham tertentu. Data valuasi dan proyeksi berasal dari berbagai sumber riset yang mungkin memiliki asumsi berbeda-beda dan tidak menjamin keakuratan ke depan. Nilai investasi saham dapat naik maupun turun, termasuk berisiko kehilangan modal. Selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan sesuaikan dengan profil risiko serta kondisi keuanganmu sebelum mengambil keputusan investasi.

Sumber: PEFINDO, Bursa Efek Indonesia/IDX, data Market Wrap Sesi I, serta sumber riset publik terkait industri perunggasan.

Catatan redaksi: Angka IHSG dan bursa regional mengikuti data Market Wrap Sesi I 18 September 2026. Informasi rating BJBS mengacu pada pembaruan PEFINDO. Data sektor poultry digunakan sebagai informasi historis dan konteks industri, bukan sebagai jaminan kinerja saham tertentu.

Tags: BJBSBursa Efek IndonesiaCPINDOCIHSGJPFAlivebirdMBGpoultryRHB Sekuritassaham Indonesia

Berita Terkait

IHSG 18 September 2026 Melemah 0,33%, Asing Net Sell Rp1,78 Triliun: BMRI dan BBCA Jadi Beban
Ekonomi

IHSG 18 September 2026 Melemah 0,33%, Asing Net Sell Rp1,78 Triliun: BMRI dan BBCA Jadi Beban

18 September 2026, 21:48 WIB
ASING NET SELL Rp1,1 T
Ekonomi

Asing Net Sell Rp1,1 Triliun di Sesi I, BBCA-BMRI-TLKM Jadi Sasaran Jual

18 September 2026, 14:11 WIB
BOJ Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Rupiah?
Ekonomi

BOJ Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Rupiah? Ini yang Perlu Dipantau Investor

18 September 2026, 13:24 WIB
BOJ NAIKKAN SUKU BUNGA KE 1,25%
Ekonomi

BOJ Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Apa Dampaknya ke IHSG dan Saham Indonesia?

18 September 2026, 13:20 WIB
Sorotan Data: Arus Dana Asing Saat Pasar Bergejolak (Update 11 September 2026)
Ekonomi

Sorotan Data: Arus Dana Asing Saat Pasar Bergejolak (Update 11 September 2026)

13 September 2026, 17:12 WIB
Sorotan Kinerja: Saham dengan Momentum Terkuat di Tiap Sektor (Update 11 September 2026)
Ekonomi

Sorotan Kinerja: Saham dengan Momentum Terkuat di Tiap Sektor (Update 11 September 2026)

13 September 2026, 17:07 WIB

Populer

  • Kenapa Saham Bank Selalu "Menentukan" Arah IHSG?

    Kenapa Saham Bank Selalu “Menentukan” Arah IHSG? Kenalan dengan Konsep Bobot Indeks

    Share
    Share Tweet
  • IHSG 18 September 2026 Melemah 0,33%, Asing Net Sell Rp1,78 Triliun: BMRI dan BBCA Jadi Beban

    Share
    Share Tweet
  • Sorotan Data: Arus Dana Asing Saat Pasar Bergejolak (Update 11 September 2026)

    Share
    Share Tweet
  • Bedah Saham: TPIA (Chandra Asri Pacific) — Saham yang Terus Tertekan, Tapi Kenapa Analis Masih Optimis?

    Share
    Share Tweet
  • 5 Kebiasaan Dasar yang Wajib Dimiliki Investor Pemula di Pasar Saham

    Share
    Share Tweet
  • Asing Masuk, Asing Keluar: Kenapa Arus Dana Asing Penting Buat Investor Pemula?

    Share
    Share Tweet
  • Bedah Saham: AMMN (Amman Mineral Internasional) — Antara Momentum Kuat dan Pertanyaan Valuasi

    Share
    Share Tweet
  • IHSG Rebound Tajam Usai Guncangan Jackson Hole — Ini yang Perlu Diketahui Investor Pemula

    Share
    Share Tweet
  • Rotasi Sektor: Cara Baca “Perpindahan Uang” di Bursa Saham

    Share
    Share Tweet
  • Saham Nike Sudah Anjlok, Tapi UBS Masih Waspada: Ini 5 Masalah yang Membebani NKE

    Share
    Share Tweet
Suarkabar.com

© 2026 Suarkabar.com

Laman

  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Sumbar
    • Agam
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Kab. Solok
    • Lima Puluh Kota
    • Mentawai
    • Padang
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman
    • Pasaman Barat
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • Teknologi

© 2026 Suarkabar.com