SUARKABAR – Setelah IHSG mengalami dua hari koreksi berturut-turut dan sempat anjlok hingga 1,8% dalam satu sesi, banyak investor pemula mulai merasa cemas. Ditambah lagi, pertemuan penting bank sentral Amerika Serikat (FOMC) yang dijadwalkan pertengahan September ini berpotensi memicu volatilitas lebih lanjut. Berikut lima kebiasaan yang bisa membantumu menghadapi periode seperti ini dengan lebih tenang.
1. Kenali Bedanya Koreksi Sehat dan Perubahan Tren Fundamental
Koreksi 0,73% dalam sehari, bahkan setelah sempat menyentuh minus 1,8% intraday, bukan hal yang aneh dalam pasar saham — apalagi saat ada katalis besar seperti eskalasi konflik geopolitik dan data inflasi yang mengejutkan. Yang membedakan investor berpengalaman dari pemula adalah kemampuan menilai apakah koreksi ini bersifat sementara atau mencerminkan pergeseran fundamental yang lebih dalam.
2. Pahami Level Psikologis, Tapi Jangan Terobsesi
IHSG sempat tembus di bawah level psikologis 6.500 sebelum rebound parsial ke 6.541. Level-level seperti ini penting diperhatikan karena sering memengaruhi psikologi pasar secara kolektif, tapi jangan jadikan satu angka sebagai penentu tunggal keputusan investasimu.
3. Waspadai Periode Sebelum Keputusan Bank Sentral
Menjelang pertemuan FOMC, pasar cenderung lebih sensitif terhadap setiap data ekonomi yang keluar — termasuk data inflasi produsen yang baru dirilis dan ikut memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Volatilitas biasanya meningkat di periode-periode seperti ini, dan itu normal.
4. Manfaatkan Sektor Defensif untuk Menyeimbangkan Portofolio
Seperti yang terlihat pada 11 September, saat hampir seluruh sektor melemah, sektor kesehatan justru menguat tajam. Memiliki eksposur di sektor-sektor yang cenderung lebih tahan terhadap gejolak pasar bisa membantu meredam fluktuasi nilai portofolio secara keseluruhan.
5. Jangan Mengambil Keputusan Besar di Tengah Ketidakpastian Tinggi
Saat sentimen pasar sedang bergejolak akibat berita geopolitik yang berkembang cepat, ada baiknya menahan diri dari keputusan investasi besar sampai situasi lebih jelas — kecuali kamu memang sudah punya rencana dan batas risiko yang ditetapkan sejak awal, sebelum gejolak terjadi.
Momentum untuk Evaluasi Diri
Periode volatilitas tinggi seperti ini justru waktu terbaik untuk mengevaluasi apakah strategi investasimu sudah cukup matang menghadapi ketidakpastian — bukan waktu untuk membuat keputusan impulsif berdasarkan rasa takut atau euforia sesaat.
MAKSIMALKAN PROFIT TRADINGMU BARENG RHB SEKURITAS 🚀
Hadapi volatilitas pasar dengan lebih percaya diri lewat dukungan riset dan data real-time dari tim RHB Sekuritas.
⚠️ Wajib masukkan kode sales: DW9 saat registrasi biar kamu terus dapat update peta makro dan insight tajam dari tim kami.
👉 Join Grup: Klik disini untuk join
Yuk, kumpul dan diskusi bareng di grup eksklusif kami sekarang.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan informasi umum, bukan rekomendasi atau ajakan membeli/menjual saham tertentu. Nilai investasi saham dapat naik maupun turun, termasuk berisiko kehilangan modal. Selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan sesuaikan dengan profil risiko serta kondisi keuanganmu sebelum mengambil keputusan investasi.







